Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2014

Kayuhmu Tak Mengenal Usiamu

Masih dengan semangat kau kayuh kendaraan roda tiga itu sampai larut malam
Dengan usia yg tak lagi muda, dengan tenaga yg tak lagi sama, yg sekarang sudah mulai merenta

Keringatmu mengalir kesekujur tubuhmu, membasahi pakaian kebesaranmu untuk mengantarkan raja-raja itu menuju singgasana yg mau mereka tuju

Rabu, 01 Januari 2014

Jangan lupakan Dia

Jangan lupakan Dia
Bismillaah ar rahmaan ar rahiim

Jujur ini pertama kalinya aku menulis tentang siapa aku dan kehidupanku, yang benar-benar tak jelas.
Apa yg dimaui hati dan otakku sungguh berbeda 180 derajat, dari apapun itu tak terkecuali soal kehidupan yg terkadang harus mengalah pada keadaan disekitar.

Bermula dari kenal kemudian jadi kebiasaan. Memang sulit  untuk melepasnya lagi kalau sudah terlalu lekat seperti apa yg telah aku jalani selama ini.

Kemarau dan Hujanku

Kemarau dan Hujanku
Kemarauku telah terasing dipelataran cahaya mentari yg masih malu untuk berpijar layaknya pagi yg benderang sesampai sore kemarin
Berurung senja menghantam gulita diantara mendung-mendung hitam yg menghangatkan malam dengan dendang-dendang gelak tawa malam
Percikan derai hujan mulai menitik wajah bumi yg lambat laun mengguyur seluruh badannya dengan beramai-ramai, semua suara riuh terdengar hening tanpa ucap

Minggu, 03 November 2013

Langkah awal tugas mulia


Langkah awal tugas mulia
Berlarian diantara debu yg berterbangan tak membuat mereka menyelesaikan permainan dibawah terik matahari yg menyengat tubuh mereka. Hanya sekedar permainan bola sepak dengan bola plastic yg mudah melayang ketika ditendang dan terterpa angin. Keringat yg mengucur membuat permainan mereka semakin seru saja, padahal sebentar lagi mereka harus mengakhirinya dan melanjutkan pelajaran di jam terakhir.

Bel pun telah dibunyikan salah seorang guru yg piket pada hari itu. Semuanya berhamburan kedalam kelas seketika seorang guru yg disegani memerintahkan mereka untuk segera masuk kedalam kelas dan melanjutkan pelajaran. Dan yg terlihat hanyalah halaman sekolah yg sepi, dan debu yg terterpa angin yg mampu membuat gaduh tak terdengar ditengahnya.

Selang beberapa waktu kemudian terdengar sayup-sayup keramaian dari dalam kelas. Ketika sejenak terlihat olehku ada guru yg berada didepan mereka, tapi kenapa mereka tak menghiraukannya? Sempat terpikir, apa yg sebenarnya yg mereka mau hingga seorang guru yg sudah sepuh pun tak mereka hargai. Lalu bagaimana nantinya mereka akan paham dan mengerti apa yg telah beliau sampaikan?

Ada yg bermain sendiri dibelakang, ada yg asyik menggambar, dan ada pula yg tidur-tiduran dengan meletakkan tangan dan kepalanya pada bangkunya. Oh Allah inikah generasi penerus bangsa saat dizaman yg mungkin bisa dianggap modern ini? Bukan memperbaiki prestasi, yg ada malah mereka akan memperburukkannya!

Ini tugasku, tugas kami sebagai seorang calon guru. Mendidik generasi yg bisa dibilang amburadul ini menjadi lebih sopan dan santun, lebih memaknai arti menghormati dan menghargai, serta mampu membuktikan prestasi yg luar biasa meski dari sekolah kecil yg sedikit tersembunyi diantara banguna SD Negeri yg  megah dan perumahan warga yg tertata indah.

Ini awal dari semuanya. Dari sini semuanya akan dimulai.


#salamsenyum (:
.A+

Sabtu, 08 Juni 2013

Senyum Mujahid Kecil



Tangan kecil mungil yg tergetar dengan semangat ketika adzan Ashar berkumandang, berlari meninggalkan kotak bermainnya di antara orang-orang disekitarnya


Bersimpuh dengan khusyuknya memperhatikan dan memahami setiap tatapan-tatapan senyum penuh arti

Senda gurau tak ter-elakkan jadi penghias sore yg seakan mengundang ke dunia khayalan mereka

Satu persatu malaikat-malaikat kecil itupun berhambur menapaki antrian tuk menengadahkan hati serta jiwa mereka ke alam Al Kariim


Alif Ba Ta Tsa Jim Kha Kho ...

dan terkadang terhenti sejenak menghembuskan nafas-nafas penuh kepastian

Qul hu'Allaahu ahad' ..

yg terkadang tersendat dan menantikan pemahaman


Alif Lam Mim ...

yg terkesan tenang dalam barisan" kata perkata dibibir mungil mereka

Sosok-sosok mujahid muda tampak tertanam dalam dada mereka

Semangat yg selalu ada meski tubuh terasa letih karena kesibukan keseharian mereka


Penegak-penegak Panji Islam telah siap berjejer mengemban beribu amanah, berjuang untuk aqidah

Gelak tawa yg menyejukkan hati, mengikhlaskan segala keluh kesah setiap perjalanan yg terlalui

Senyuman mereka menyulutkan api-api kami ketika terlihat redup dan seakan tampak padam


Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahim

Jangan sampai Engkau menutup hati kami untuk mengembangkan senyuman mereka dalam rumah-Mu

Jangan sampai Engkau menggoyahkan jiwa kami dengan apa yg terlihat di mata kami meski dengan keluh kesah

Jadikan setiap perjalanan kami adalah ibadah

Dan berikan keberkahan pada adik-adik kami yg merelakan menghindar dari kotak mainannya untuk bersama kami dengan ilmu-Mu


aamiin


Ar Rahman Ar Rahim

Jumat, 07 Juni 2013

Purnama dan Pijar Kecilku

Purnama dan Pijar Kecilku
Ini tempat persembunyianku yg kau temukan diantara aku dan Penciptaku
Tak layaknya istana yg megah yg dikelilingi hiasan yg indah, cukuplah satu ruang yg tersaput putih yg sepi, senyap, serta nyaman untukku mengadu
Tak satupun yg mampu hadir disini sebelumnya, mereka hanya bisa berdiri didepannya dan mengetuk pintu-pintu itu
Kalau Allah sudah berkata "Ya", aku tak bisa menolak dan mengelak lagi dan menerimamu sebagai tamuku

Hanya lampu minyak yg bernyala redup mengelilingi ruanganku, disamping adanya kau yg terangi sebagiannya
Bergesernya waktupun tak terasakan ketika pelik-pelik senyum itu semakin merekah dan mendermakan kebahagiaannya
Sungguh, aku tak mampu berkata lagi ketika menemukanmu disana, dan kulihat Allah pun memberikan padaku senyumnya
Perlahan ku asingkan perlahan pandanganku dari pijar-pijar ini, dan menggeser tubuhku dari tempatku berdiri diantaranya
Ku sikukan lenganku ke dinding-dinding ini dengan harap kau mampu memberikan warna padanya ketika ku kehilangan mahkota

Lagi, sedikitnya waktu yg harus tersita dan berlalu meninggalkan aku dan tempatku berniang diri, "Allah meminjamnya lagi"
Hingga kedua binar mata ini membuka dunia ditempat yg jauh dari peradaban, perjuangan ini baru dimulai disini

Ku jemput kau dengan Allah yg menyertaiku, meski tak sesegera mungkin, Allah tahu apa yg terbaik untuk hambaNya


Engkau purnama, maukah temani pijar-pijar kecilku ditempat persembunyianku dan bersabar disana?


Ar Rahman Ar Rahim

Sabtu, 15 September 2012

Ksatria Kehidupan


Mimik wajah yg terlihat lelah namun slalu berikan senyumnya kepadaku meski sebentar
Keringat bercucuran membasahi punggungnya yg melawan terik ketika matahari berada tepat di atasnya
Tak hanya sekali namun berkali-kali dan sering membuatku tenang berada didekatnya

Dalam linangan keringatnya yg mengucur deras, masih sempat dia tanyakan apa yg aku butuhkan
Sembari menggenggam secarik kertas ditangannya dan lagi gelak tawa itu membuatku tersenyum
Dia menawarkan berjuta pilihan untuk masaku saat ini dan masaku yg akan datang

Senda gurau memenuhi pelataran terik yg menyengat kulit dan berteduh berjejer bersimpuh diteras bersama sekawanan makhlukNya yg lain
Terasakan begitu nikmat jika suasana ini tak akan terganti dan tak akan hilang
Kasih sayang yg berlari mengelilingi lingkaran kami sambil beriringan dalam dzikir kepadaNya

Terkadang sulit untuk beranjak dari tempat dimana kedamaian hadir didalamnya diantara berjuta pemikiran dunia kami
Pertanyaan dan jawaban yg terlontar terkadang membuat bibir terangkat dan menampakkan gigi taringku
Ini yg seringkali membuatku rindu ketika aku jauh darinya, berdiri jauh dan berada ditempat yg sangat berbeda
Yang teringatkan dalam otakku ucapan-ucapan nasihat dan ibadah kepada Yang Maha Kasih
Meski jauh Allah pastikan ada

Beribu doa sering teriring untukku dari tutur lembutnya
Tak akan kupertaruhkan segala usahanya untukku dengan sebuah kekecewaan

Yaa Allah Ya Rahman
Selalu tegapkanlah ia dalam jalanMu
Berikan kemudahan dalam setiap langkahnya menghidupi keluargaku
Dan izinkanlah hamba membuat dia tersenyum ketika kewibawaanku menjadikan dia bangga saat aku anaknya masih bersama dia

Ketika kecupan tangan bersalam dalam doa dan berganti dengan pelukan kebanggan penuh haru, saat itulah akan ku tantang diriku dalam kehidupanku untuk kalian

Bapak terima kasih, engkau benar-benar menjadi ksatria hidupku

Sabtu, 14 Juli 2012

Senyum... Aku Rindu


Senyum... Aku Rindu

Senyum itu masih tetap merekah tatkala kusempatkan menoleh dalam ketidaksadaraanmu, ku perhatikan lebih dari yang lain ..
Sendumu yang menghiasi harimu kemarin t'lah melenyap seketika, luluh dalam ceria yang kau dapatkan bersama kami ..

Mungkin sedikit sesak kau rasa saat ku menghampirimu dipelataran kebahagiaan yang kau nantikan, lama n mungkin cukup lama kau ingin mewujudkannya ..

Namun semua berubah dari sisi edarmu yang terlihat kusam, layu, dan kehilangan semangat sesampainya kau pijakkan satu langkah menuju penyendirianku disana ..

Meski tak muncul dalam kata dan terucap dalam perbuatan, semua terlihat berbeda dengan dirimu kemarin ..
Kau suguhkan senyuman yang kurindukan, senyuman yang dulu pernah hilang terhempas celoteh-celoteh insani yang mengusir lagumu ..
Senda gurau pun kau tampakkan lagi untukku, layaknya dulu kau pernah berikan hal yang serupa dalam mentariku ..
Perlahan perhatianmu pun menoleh sekali lagi dalam rotasi kehidupan yang selalu berganti setiap detiknya ..

Dibalik cadar itu kupastikan rindumu masih ada, meski rindu itu bukanlah rindu yang dahulu ..
Celah kecil menguatkan akar-akar pusara hati yang menantikan saat yang akan datang ..
Dimasa yang tak berikan penjagaan khusus akan bebaskan segala keraguan yang menyapa merdu di penglihatan, pendengar dan hatimu ..
Dermaga ini menanti kedatangan pesir-pesiar penyeru kedamaian yang abadi dalam balutan keluh kesah, amarah serta setitik dosa yang menyebar ..

Kala waktu bergulir cepat, entah apa yg terlontar dari pengucapku sesaat ku rangkaikan salam untuk jiwa yg sedang menikmati malamnya ..
Terasa tak nyaman dengan seribu kata membisu, menuturkan mutiara-mutiara yang lama tersimpan dalam kalam-Nya ..
Sedikit namun aku mendapat jawaban yang luas dari penyejuk yang selama ini menindihku dengan pengharapan dan kerelaan ..
Sungguh semua yang aku punya mencair seketika, dalam malam yang pekat dengan gelapnya tak bersinar dengan adanya bintang dan tak benderang akan cahaya purnama yang sempurna ..

Pagi mengingatkanku akan besarnya kekuasaan Sang Penciptaku, memulai hal yang teramat kecil hingga Dia sajikan sesuatu yang membuatku bahagia ..
Penatku digantilah dengan kenyamanan, rinduku digantilah dengan kesabaran, cobaanku digantilah dengan kesabaran, dan kenikmatanku digantilah dengan kebijaksanaan ..
Meregup dalam di alam yang sediakan berbagai petualangan dan pelajaran dari hembusan nafas Ar Rahman Ar Rahim ..

Masih merindukan kasih dan sayang-Mu ..
ya Rahman, ya Rahim ...


Kamis, 12 Juli 2012

Pelindungku


PelindungkuTerhatur lirih untaian-untaian kata penuh berkah dari seorang yang patut aku berkaca pada petualangannya ..
Bapak, tak henti-hentinya engkau panjatkan doa dan harapan pada kami, agar kami tak mengalami apa yang telah kau alami ..
Engkau sanjungkan beribu kasih kepada Sang Pemilik Kehidupan dalam setiap munajatmu, dalam diam dan ketika sibukmu menghampiri pilu pun tak terasakan ..
Bapak, engkau penghalu kalbu dalam amarahku, sentuhkan segala rasa harap dalam kalbu terbungkus indah dalam keningmu ..

Ayat-ayat indah-Nya engkau serukan kepada Sang Maha Mengetahui Segala, hanya untuk aku anakmu ..
Bapak, kau tak hiraukan terik matahari yang menghitamkan punggungmu, kelelahan yang membungkukkan tubuhmu, dan keresahan yang menyibukkan hari-harimu ..
Engkau relakan waktu istirahatmu tuk berikan kasih sayang kepada kami anakmu ..
Terlihat senyum itu pelipur laramu, memberikan nasihat yang terindah untuk kami anak-anakmu ..

Bapak, bolehkan aku meneteskan eluh airmata ini dalam pelukmu?
Bolehkan aku bersandar dipundakmu dan memelukmu erat tegap tubuhmu ..
Bapak, persilakan aku anakmu untuk membanggakanmu ..
Karena engkaulah pelindung kami dalam keluarga ini ..

Pemerah Hati Pemilikku


Pemerah Hati PemilikkuBersanding bersama seuntai mawar yang tergenggam ditangan ..
Tak ingin berlepas karena Allah t’lah menancapkannya bagai iman ..
Meski berduri namun itulah yang mempertahankanku tuk menjaganya ..
Berpijar merah dan menyejukkan jiwa ketika hati t’lah hilang dari peredaran ..

Melemah hati tatkala mawar terlihat layu dan menghaturkan nafas selamat tinggal untuk hati ini ..
Terlalu lalai dalam menjaganya, terlalu lemah untuk mempertahankannya hingga tak sannggup berbuat lebih tuk menghiasinya agar tetap wangi dan berwajah ceria ..
Mekarlah wahai mawarku, tak ku ingin ku lihat kau layu dalam pendiria yang Allah beri padamu ..
Bersemilah kembali dalam hatiku, dalam hangatnya singgasana kasih sayang yang benar itu engkau semaikan pada kebahagiaan ..

Meneteskan sejenak air mata tuk lanjutkan apa yang kau niatkan, apa yang kau dambakan ..
Tetaplah mekar dalam dekapan tanganku yang akan menjagamu erat dan tak kan mungkin terlepas ..
Kekecewaanmu akan ku  ganti dengan kebahagiaan yang kau dapat di masa depanmu kelak ..

Oh mawarku ..
Kan ku simpan kau meski kau tak lagi mau menampakkan merahmu ..
Dan senandung rindu ini selalu mendambamu, menantikan detik waktu yang istimewa bersama erat dalam genggaman tanganku ..
Satu ikatan yang tak akan pernah terjamah dalam kehinaan zaman ..
Rindukan segalanya dalam diam ..

Oh mawarku ..
Merahkan hati dari Pemilikku ..

Rabu, 11 Juli 2012

Oh Ibunda


Oh Ibunda


Tetesan peluh air matamu terdengar sampai kedalam hati kami yang terendap jauh dirongga-rongga badan ini ..
Engkau biaskan keringat yang mengucur deras membasahi pipi yang penuh dengan kerutan itu, tak halnya hanya untuk membahagiakan kami ..
Belaian tangan itu membesarkan hati  kami, menyejukkan jiwa kami, dan dalam setiap pertemuan yang kami rindui ..
Lusuh, kusam, dan terlihat pucat nampak diwajahmu yang terkadang melemparkan senyum saat melihat ulah kami, mendengar celoteh dan keluh kesah kami ..

Terima kasih Ibu ..
Dalam rahim yang sesempit itu, engkau telah selamatkan kami, tanpa mengenal arti lelah ...
Perjalanan kami dalam dunia kecil yang kau punya selama 9 bulan memberikan kenyamanan meski kau terkadang harus menahan sakitmu ..
Kau korbankan nyawamu hanya untuk membiarkan aku melhat dunia yg benderang, dunia yang sebenar-benarnya dunia ..

Ketika kami membuka mata mungil kami, kaulah yang pertama membuat keadaan kami nyaman dalam dekapanmu ..
Kau memeluk kami dengan penuh kehangatan yang mungkin tak akan pernah mungkin kami lupakan selama-lamanya ..
Kami pun mencoba untuk merasakan apa yang kau berikan, kasih sayang, cinta, perlindungan, dan rasa tak ingin kehilangan ..
Dan itu adalah awal dari kehidupan kami didunia ini dengan kasih sayang dan cintamu ..

Perlahan kau ajari kami menapaki jalanan terjal yang penuh dera lara dan air mata, tetesan iluh itupun tak menghentikan langkah-langkah kecilmu tuk jadikan aku seorang yang terbaik untuk kau banggakan ..
Dengan berjalan sempoyongan tak hiraukan ketika tanah telah menjadi aspal yang sangat menyengat kulit ketika terik datang, ketika air tak lagi menjadi sahabat namun musibah, dan ketika api menggulung harapanmu dengan luapan panas yang menghanguskan sebagian tubuhmu ..

Oh Ibu ..
Kami tumbuh besar sekarang ..
Kami mencoba tumbuh menjadi apa yang kau harapkan ..
Kami mencoba tumbuh menjadi apa yang kau impikan ..

Bayi mungilmu kini t’lah tumbuh besar ..
Bayi lucumu ini berjuang untukmu Ibu ..
Dan bayi besarmu ini akan bertarung sekuat tenaga menghadapi halang rintang untuk dapatkan apa yang jadi citamu Ibu ..


Cinta dan kasih sayangmu selalu menyertaiku ..
Doa dan restumu selalu menjadi benteng terdepanku ..
Dan semangat ini ku persembahkan untukmu Ibu ..
Kan ku pastikan bayi besarmu ini bisa membahagiakanmu ..


Oh ibu ...
Ku merindu dalam pelukmu ...

Jumat, 29 Juni 2012

Jangan Lagi




Dalam dekapanmu ku tumpahkan segala rasa yang kurasakan tadi pagi ..
Kau biarkan aku memelukmu erat, begitu erat dan tak ingin melepasnya sampai tangisku hilang ..
Kau bimbing aku untuk ungkapkan apa yang ku sedihkan sampai kelopak mataku basah akan airmata ..
Ku tuturkan sebuah kata dan kaupun memahami apa yang ku maksudkan ..




Ibunda ...
Maafkanlah ananda jika tadi pagi telah buatmu resah dengan tingkahku ..
Membuatmu bertanya-tanya dengan sedikit sikapku yang tak seperti biasa ..
Mengecewakanmu dengan apa yang ku lakukan tadi pagi ...

Tangisan itu bukan aku yang meminta ...
Kesedihan itu muncul seketika saat ku lihat sosok renta yang lunglai raganya ..
Ia begitu menyanyangi aku, layaknya yang telah pergi meninggalkan aku  ...
Tak kuasa aku menyaksikan  kulitnya yang semakin melekat pada tulangnya, langsung ku berpamit n meminta maaf akan segala salah dan khilafku pada sosoknya yang menyembunyikan kesakitannya untuk tersenyum sejenak memandangku ..

Ku tumpahkan semua dalam ruang yang ada dalam bilik istanaku  ..
Hingga akhirnya kau menemukanku dengan sedikit menyedatkan kata-kata menjawab tanyamu ..
Dan semua ku katakan padamu apa yang ku saksikan pagi tadi ..
Kesedihan pun tak luput dari raut wajahmu, sekali lagi maafkan anakmu ini Ibunda ..

Seraya kau peluk aku sambil kau mengusap kepalaku dan membelai rambutkku dalam keharuanku ..
Seuntai nasehat-nasehat kau berikan tuk bangunkanku dalam keadaan ini ..
Menguatkan aku  akan apa yang akan ku tempuh dalam jalanku kelak ..
Dan kau mencoba tuk percayakan itu semua padamu dan bapak, karena tak seharusnya aku memikirkannya ...

Aku tahu itu, aku sangat tahu akan itu ...
Namun jangan kau larang aku tuk tak bisa memikirkannya, karena tanpa adanya sosok itu akupun tak mungkin ada didunia ini ...

Haruskah aku harus kehilangan orang yang aku sayangi untuk sekali lagi, dan lagi??

Aku belum mampu tuk bahagiakan mereka, namun mereka telah jauh pergi lebih dulu meninggalkan aku disini ..
3 kali aku rasakan sudah orang yang menyanyangiku, membimbingku, dan yang memberi motivasi kepadaku t’lah bersemayam dalam kedamaian mereka ...
Aku masih belum siap untuk kehilangan lagi, baru kemarin rasanya aku mengembangkan senyumku untuk dunia ..

Haruskah aku kehilangan untuk kesekian kalinya?
Ibunda kuatkan aku lagi ...
Ibunda berikan pelukanmu untukku ..
Agar ku menjadi orang yang tegas, yang bijak, dan orang yang tegar ...

Ya Allah pelipur laraku belum sepenuhnya terobati ..
Hamba berharap ada sedikit senyum  kebahagiaan sebelum kau sayatkan kembali hal itu padaku ..

“Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah berikan kesembuhan pada sosok yg menyanyangi hamba dan perkenankan hamba selalu melihat senyummnya ketika ku bertemu dengannya.”
Aamiin ..


Get well soon, mbok (mbah) ..
Forgive us ..
Always love u like we love others persons who are love me like U ..
:’) ..

(dirangkai 10 Juni 2012, ditujukan kepada Almh. mbok Katemi, wafat 25 Juni 2012)
Semoga amal ibadah beliau diterima dan dosanya diampuni oleh Allah swt, serta semoga ditempatkan bersama orang-orang yang berada dijalan Allah swt ..
Aamiin ..

Masih Kehilangan


Masih Kehilangan
Masih Kehilangan

Penyapaan dunia pada setiap insan menggelegar bagai runtuhnya kalbu ..
Kini duniaku kembali terang, embun perlahan hilang dengan terangnya dan gelap pun lenyap dengan kesendiriannya ..
Mengusik persemayaman dalam hening, tubuh yang terbaring menggoyak ingin terjaga ..
Mata yang tertutup terbuka oleh sinarnya tirai-tirai kehidupan dan mulai tampak hamparan insan terbangun dari sisi gelapnya ..

Haturkan kenistaan berawal dari mimpi yang belum terwujud atau tak akan pernah terwujud ..
Kerikil-kerikil rayuan kesuraman menghampiri dan menemani dengan setianya ..
Hancur diriku sekarang dalam kenestapaan kehidupan yang tak kurasa indah tuk ku jalani .,
Runtuh satu persatu apa yang t’lah kugenggam dalam tempayan imajiku ..

Rinai-rinai kebahagian, akankah ku temukan kembali seperti disaat aku masih ada disana?
Menangkap keikhlasan, berlaju dengan kesabaran dan berlari tanpa menggumingkan perkataan yang akan menyesakkan hati ..
Semoga aku kuat, aku bisa, dan aku mampu ..

Hari ini awalku kembali titihkan dunia yang baru ..
Hari ini mulaiku kobarkan semangat dan pribadi yang baru..
Hari ini  kan ku persembahkan keraguan yang berubah menjadi senjata peranggku tuk taklukan liarnya keegoisanku ..
Dan hari ini aku berpijak disini, dibumi ini, beratapkan birunya langit penyayat kebodohan ..

Kemarin istimewa, hari ini harus lebih istimewa, dan hari esok harus luar biasa ....

Kamis, 28 Juni 2012

Indahmu

Indahmu
Indahmu

Aku bersemayam dalam biduk diamku ..
Sinar Sang Surya pun tak nampak sekalipun Dia berada di atas kepalaku ..

Apakah kebodohan yang menyelimuti setiap perhatian itu?
Atau kah perasaan yang tak tahu akan kehadiran kesucian hati yang penuh dusta namun tampak indah dengan kebisuan ini ..

kenapa kekecewaan harus ada disetiap insan?

I Won't Give Up


I Won't Give Up

Aku lemah, aku lelah dengan semua penat yang selalu hadir dalam nadiku ..
Dahaga akan syair-syair lembut yang membuat detak jantungku berlari mendahului Sang Waktu ..
Merindui pancaran cahaya silau dalam kegelapan yang menhenduskan nafas kekhilafan ..
Rintihan  rinduku mengoyak setiap kata dan imajiku ketika terusik ucap yang terlontar dari bibir ini ..

Indahkah dunia ini untuk para penghina seperti aku ?
Yang selalu mengharap keberanian dari orang lain?
Yang selalu menanti keperkasaan dari orang lain ?
Yang selalu menutup mata ketika tak sanggup menjawab satu persatu dilema dunia?

Menangispun tak terasa itu adalah sebuah tangisan ..
Seakan tangan tak sampai tuk mengsap air mata yang mengalir deras dan bertahan di pipi ini ..
Hanya sanggup meraung dalam jiwa dan perasaan pun mengangguk lemah ..
Tak dapat berkata lantang layaknya penyeru-penyeruMu ..
Tak dapat berteriak tegas laksana para pejuang-pejuangMu ...

Hilang apa yang ku punya ..
Mereka pergi dengan hati mereka ..

“Hargai ..., Tolong hargai apa yang telah Allah berikan padamu ...!“
“Syukuri ...., Syukurilah apa yang telah Allah berikan padamu ...!”
“Cintai ...., Tolong cintai apa yang telah Allah berikan padamu ...!”

Suara-suara itu menggema indah dalam pendengarku ...
Hiks ..Hiks ..

Tangisan air mata yang sia-sia ..
Tak bermakna dan tak mampu untuk dimengerti ..

Dalam lumpur ini tetap teguhkan jiwaku untukMu ya Allah ..
Rahman dan RahimMu selalu kutempatkan dalam tempat teristimewa ...
Allahu ..

“ I won’t give up .... “

Rabu, 27 Juni 2012

Tears


Tears
Tears
Air mata ini pernah ku teteskan dalam sepi dunia-Mu ,mengalir deras mengharukan suasana saat ku ingat masa laluku ..
Untaian keindahan nama-nama-Mu terukir dalam hati yang penuh sesak dengan rasa bersalahku akan semuanya yang ku lakukan ..
Topeng kemunafikanku seketika terlepas dan terhempas dalam nyanyian syahdu alunan ayat-ayat peng-ikrar-Mu yang senantiasa menyelimuti tingkah laku dan rasa yang ada dalam batin dan hatiku ..
Miris dukaku dalam genangan dosa yang melayang terombang-ambingkan nafsu ..
Kelakar jiwaku menepis keraguan tuk lanjutkan langkahku mengharapkan keindahan yang lebih ketika ku teteskan air mata ini ..

Menangis tak berarti cengeng ,tpi aku menganggap itu adalah suatu keberanian ketika berhadapan dengan Sang Pencipta Segalanya ..
Jangan kau anggap air matamu sia-sia ,jangan kau anggap desiran tangismu hanya akan buatmu kecewa ..
Tidak teman ..

Jikalau Engkau perkenankan hamba tuk keluarkan isi hati yang teramat sakit begitu dalam terpendam ,maka Menangislah aku lakukan ketika ku dalam dekapan kesyahidan-Mu ..
Meski tak seindah mutiara ..
Meski tak seelok permata ..
Namun tangisku lebih berharga dari semua itu ..
My tears n me myself is Yours ..

Allahu ..

Terbekas Kekal

Terbekas Kekal
Terbekas Kekal
Pelikan kecil membusungkan dadanya seraya berkata kepada induknya yang ringkih dalam usianya ..

"Ananda akan selalu melindungi dan membahagiakanmu Ibunda, Ananda tak mau melihat Ibunda berduka lagi dan selalu ingin memandang Ibunda dengan senyuman bercahaya diparas sendu nan elok ibunda ...
Ananda tahu meski tak segagah garuda, meski tak setangguh singa, meski tak sekuat gajah, dan meski tak sepemberani hiu namun ananda bangga akan diri ananda wahai Ibunda ..

Engkau ajarkan kegagahan layaknya garuda, engkau berikan ketangguhan bagaikan singa, engkau hadirkan kekuatan bak gajah, dan engkau tancapkan keberanian tak halnya hiu ..
Kasih sayangmu selalu menyelimuti hari-hariku, membentengi amarahku, menyantuni ketakutanku, dan memenjarakan keluh kesahku ..

Andaikan ananda mampu berikan apa yang Ibunda pinta, pasti akan Ananda lakukan ..
Wahai Ibunda, perkenankan pelikan kecilmu ini membahagiakanmu dengan jerih payahnya, karena sekaranglah Ananda bergegas untuk membalas apa yang Ibunda beri, meski tak akan pernah bisa menandinginya ..
Ibunda ...
Doamu adalah restumu .. "

Induk pelikan memeluk erat tubuh anaknya dg tangisan kebahagiaan penuh haru, tak pedulikan hari t'lah senja dan memaksa mereka tuk kembali ke istana mereka ..

Pelikan kecil ..
Haturkan rinduku untuknya ..
Dalam sayup-sayup kedamaian yg telah Allah beri ..
Dalam doa Ananda untuk Ibunda ..

Allahu ..